![]() |
| Gambar. Barcode Augmented Reality Maps |
Barcode merupakan suatu kumpulan data optik yang dapat
dibaca oleh mesin. Barcode pertama kalinya diperkenalkan dan
dipatenkan di Amerika oleh seorang yang sangat jenius siapa lagi kalau bukan
Norman Joseph Woodland dan Bernard Silver mereka adalah mahasiswa Drexel
Institute of Technology pada akhir tahun 40-an. Awalnya, barcode data yang
memvariasikan lebar dan jarak dari garis paralel disebut sebagai barcode linear
atau 1 dimensi (1D). Kemudian sekarang barcode telah berevolusi menjadi persegi
panjang, titik, segi enam dan pola geometris yaitu dalam 2 dimensi (2D).
Meskipun sistem 2D menggunakan berbagai simbol, namun barcode 2 Dimens (2D)
tetap disebut sebagai barcode juga.
Fungsi dari barcode itu sendiri yaitu sebagai sarana untuk mempermudah kita dalam menginput data dimana cara kerjanya input data otomatis.
Fungsi dari barcode itu sendiri yaitu sebagai sarana untuk mempermudah kita dalam menginput data dimana cara kerjanya input data otomatis.
Keuntungan penggunaan barcode, antara lain :
- - Proses Input Data lebih cepat, karena : Barcode Scanner dapat membaca/merekam data lebih cepat dibandingkan dengan melakukan proses input data secara manual.
- - Proses Input Data lebih tepat, karena :
Teknologi barcode mempunyai ketepatan yang tinggi dalam pencarian data.
- - Penelusuran informasi data lebih akurat karena
teknologi barcode mempunyai akurasi dan ketelitian yang sangat tinggi.
- - Mengurangi biaya, karena dapat mengindari
kerugian dari kesalahan pencatatan data dan mengurangi pekerjaan yang
dilakukan secara manual secara berulang-ulang.
- - Peningkatan Kinerja Manajemen, karena dengan
data yang lebih cepat, tepat dan akurat maka pengambilan keputusan oleh
manajemen akan jauh lebih baik dan lebih tepat, yang nantinya akan sangat
berpengaruh dalam menentukan kebijakan perusahaan.
Namun penggunaan teknologi Barcode masih terbatas
penggunaannya dan belum menyediakan informasi yang lebih bagi para penggunanya.
Meskipun teknologi Augmented Reality dan Barcode telah dikembangkan namun tidak
sepenuhnya dapat memenuhi semua kebutuhan pengguna.
Pada pembahasan kali ini, barcode justru sangat digunakan
dalam pembuatan Augmeted Reality. Kenapa? Karena kita akan membutuhkan banyak
sekali barcode untuk menjelaskan mengenai informasi setiap tempat - tempat yang
ada. Sehingga, anda akan merasa puas dengan objek yang anda saksikan dalam
kacamata Augmented Reality Maps. Dalam barcode ini, teknologi Augmented Reality
Maps akan membaca barcode yang telah ditanamkan pada aplikasi pencari lokasi.
Cara menanamkanya adalah dengan script. Dalam script tersebut, juga terdapat
gambar atau keterangan berupa informasi tentang tempat yang dituju. Logikanya,
kita hanya perlu menyambungkan antara barcode dengan gambar atau informasi yang
akan di tampilkan. Jika barcode yang terdeteksi di tempat A adalah barcode A
maka, yang akan tampil adalah gambar A. Bisa dibilang begitulah cara kerjanya
jika di gabungkan dengan Augmented Reality Maps. Oleh sebab itulah kita perlu
banyak barcode. Karena pada setiap barcode memiliki informasi suatu tempat atau
benda secara berbeda – beda. Ketika kita melihat suatu tempat tersebut
menggunakan kacamata augmented reality, maka barcode tersebut akan menyeleksi
dan mengahasilkan output yang sesuai dengan informasi tempat yang dituju.
Biasanya dalam Augmented Reality, cara mendeteksinya adalah
dengan mengunakan marker. Maker ini menurut saya hampir sama dengan barcode,
namun bedanya adalah pada penggunaan marker,
Augmented Reality harus mendeteksi sudut – sudut tertentu dari marker
tersebut untuk mendapatkan hasil objek virtual 3 dimensi. Tampilannya juga
hampir sama dengan barcode. Jika kita menggunakan barcode akan sangat memudahkan karena metode barcode
ini bisa dibilang hanya mengelinkkan saja.







0 komentar:
Posting Komentar