![]() |
| Gambar. Pendapat Masyarakat |
Peneliti dari McGill University melakukan riset yang
mengamati pengaruh sistem GPS terhadap otak manusia. Ternyata, pengguna yang
keranjingan GPS memiliki risiko menderita masalah dengan daya ingat dan
orientasi ruang. Veronique Bohbot, seorang associate professor di Douglas
Mental Health University dan McGill University, beserta sejumlah peneliti dari
McGill menemukan bahwa mereka yang sering memakai GPS untuk menunjukkan arah berpotensi
mengalami kerusakan di kawasan otak yang mengontrol daya ingat.
“ Kita hidup di komunitas
dengan mobilitas sangat tinggi yang membuat kita sangat menyesal jika kita
tersesat. Yang ingin saya
katakan adalah kita bisa menggunakan GPS untuk mengeksplorasi tempat-tempat
baru, tetapi jangan menjadi ketergantungan. Menggunakan peta kognitif otak
mungkin membutuhkan waktu, akan tetapi hasilnya cukup sepadan ” ucap Bohbot.
Menurut pernyataan di atas, ternyata teknologi GPS ini juga
membuat penggunanya merasa kecanduan. Oleh karenanya, pengguna akan memiliki
masalah pada daya ingat dan orientasi ruang. Karena pada umunya, seseorang yang
melewati suatu jalan atau mencari suatu lokasi tertentu, pasti akan melihat
papan arah yang ada di jalan - jalan dan mengingatnya sebagai patokan untuk
menuju tempat yang dituju. Jadi bila ingin menuju tempat yang sama yang akan
dituju, penguna tidak akan lupa dengan jalan yang sebelumnya dilewati, karena
daya ingat dan orentasi ruangnya tidak memiliki masalah. Berbeda dengan
seseorang yang berfokus pada tampilan pada aplikasi yang ada pada handphone,
pengguna yang seperti itu tidak memfokuskan pencarian pada orientasi ruang di
dekatnya, namun mencocokkan antara pada aplikasi di handphone dengan kehidupan
nyatanya. Nah, solusi untuk hal tersebut adalah Augmented Reality Maps yang
sedang saya bahas sekarang. Menurut saya, Augmneted Reality memiliki kesempatan
untuk dikembangkan dan dikelola dengan sebaik mungkin karena teknologi ini
tidak membuat penggunanya kecanduan, namun malah memudahkan pengguna dalam
memahami dan melihat oreintasi ruangnya. Karena adanya objek virtual yang
terlihat pada objek nyata tanpa dibatasi ruang dan waktu. Dengan begitu,
pengguna akan tetap melihat objek nyata sekaligus dengan suatu objek virtual misalkan
berupa papan nama tentang suatu objek nyata tersebut. Sehingga, seorang
pengguna tidak akan kehilangan daya ingat dan orientasi ruangnya.
Ada satu lagi teknologi yang saat ini sedang hangat
dibicarakan yaitu, Teknologi Augmented Reality. Teknologi ini menggabungkan
antara objek nyata dengan objek visual. Menurut penjelasan Haller,
Billinghurst, dan Thomas (2007), riset Augmented Reality bertujuan untuk
mengembangkan teknologi yang memperbolehkan penggabungan secara real-time
terhadap digital content yang dibuat oleh komputer dengan dunia nyata.
Menurut saya, adanya Teknologi Augmented Reality ini akan
mempengaruhi banyak bidang kehidupan manusia. Karena penerapan Augmented
Reality ini sangat luas dan tak terhingga. Contohnya saja dengan teknologi Augmented
reality Maps yang saya bahas sekarang. Dengan menggabungkan antara teknologi
GPS dan Augmented Reality, maka kekurangan dari teknologi GPS akan terlengkapi
dengan di gabungkan dengan teknologi Augmented Reality bahkan menjadi lebih
canggih lagi.
Jadi dapat disimpulkan bahwa Teknologi Augmented Reality Maps ini memiliki keuntungan yang besar bagi kehidupan manusia kedepannya jika dikembangkan dan dikelola dengan baik.







0 komentar:
Posting Komentar